Posted in Kalam
Buku Resep Masakan untuk Menyajikan Tumpeng
Aneka Kreasi Tumpeng
Penulis: Sufi S.Yahyono
Harga: Rp 52.500,-
HARGA INIBUKU DISKON 15% Rp 44.625,-
Buku ini menampilkan aneka kreasi tumpeng yang biasa dihadirkan dalam berbagai acara syukuran secara umum. Hari ulang tahun, acara syukuran tercapainya tujuan, seperti lulus ujian sekolah, mendapat pekerjaan, dan sebagainya. Tampil berupa nasi tumpeng kuning dan putih dalam berbagai bentuk dengan pelengkap lauk pauk. Dilengkapi pula dengan cara mempersiapkan wadah nasi tumpeng, berupa aneka hiasan lipat daun yang dapat mempercantik penampilan tumpeng. Cara membuat hiasan garnish (ukiran buah dan sayur), penyemarak tampilan tumpeng juga bisa anda dapatkan dalam buku ini.
Tumpeng: Sajian Istimewa untuk Selamatan
Penulis: Lilly T Erwin
Harga: Rp 45.000,-
HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 38.250,-
Tumpeng adalah sajian istimewa khas Indonesia sarat makna berupa nasi putih atau kuning berbentuk kerucut, yang dibuat untuk acara selamatan berkaitan dengan daur kehidupan seseorang. Acara selamatan biasanya dilakukan dalam keseharian masyarakat Indonesia, khususnya suku Jawa, Sunda, dan Bali. Tumpeng sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh orang yang menyelenggarakan hajatan, memiliki aturan-aturan khusus yang harus diikuti dalama pembuatannya. Karena itu sebaiknya perlu diketahui benar jenis tumpeng dan makna yang terkandung di dalamnya, agar tidak salah dalam penggunaannya.
Ragam Kreasi Tumpeng
Penulis: Lilly T Erwin
Harga: Rp 45.000,-
HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 38.250,-
Tumpeng benar-benar hidangan yang lengkap. Lahir dari tradisi yang terus dianut hingga sekarang, secara intrinsik, tumpeng merupakan simbolisasi dari nilai-nilai yang diyakini membawa kebaikan dan keselamatan. Terutama berkaitan dengan daur kehidupan manusia, seperti kelahiran, ulang tahun, perkawinan, kematian, dan seb-againya. Sedangkan secara ekstrinsik, hidangan ini sungguh menarik: sedap untuk dipandang dan sedap untuk disantap. Apa yang tersaji di dalamnya, baik bentuk maupun isinya, dapat menggugah selera dan membuat orang untuk segera menikmatinya.
Buku ini akan membantu A.hda untuk menciptakan variasi turnpeng tanpa haruskehilangan maknanya. Tumpeng yang Anda sajikan pun terlihat tidak monoton dan orang yang akan menikmatinya dapat merasakan sesuatu yang baru. Dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik, bukuini memberikan tuntunan agar bentuk, isi, dan warna tumpeng menjadi lebih cantik. Maka Anda pun tetap dapat melestarikan tradisi dengan sajian yang lebih sesuai
Tahukah Anda bahwa ada berbagai macam tumpeng, di samping memang jenis lauk-pauk yang tak tetap? Dalam tradisi Jawa dikenal tahapan kehidupan. Demikian pula halnya mengapa dibedakan sajian dan bentuk tumpeng yang dikenal dalam tradisi Jawa atau Bali.
* Tumpeng Robyong - upacara siraman dalam pernikahan adat Jawa adalah satu tahap penyucian diri. Lain dari tumpeng acara syukuran, tumpeng jenis ini dibuat di dalam bakul dengan aneka sayuran. Di bagian puncak tumpeng ini diletakkan telur ayam, terasi, bawang merah dan cabai.
Tumpeng Robyong
* Tumpeng Nujuh Bulan - saat kehamilan memasuki usia tujuh bulan, atau usia jabang bayi yang terhitung ’slamet’, tumpeng yang disajikan untuk syukuran jabang bayi initerbuat dari nasi putih. Selain satu kerucut besar di tengah, tumpeng ini dikelilingi enam buah tumpeng kecil lainnya. Biasa disajikan di atas tampah yang dialasi daun pisang.
* Tumpeng Pungkur - saat ada seorang wanita atau pria yang masih lajang meninggal dunia, serta-merta keluarga berduka dan meminta ketabahan. Untuk itu dibuatlah tumpeng nasi putih yang disajikan dengan lauk-pauk sayuran. Tumpeng ini kemudian dipotong vertikal dan diletakkan saling membelakangi.
* Tumpeng Putih - warna putih pada nasi putih menggambarkan kesucian dalam adat Jawa, untuk itu tumpeng jenis ini biasa digunakan untuk acara sakral.
* Tumpeng Nasi Kuning - warna kuning menggambarkan kekayaan dan moral yang luhur, untuk itu tumpeng ini biasa disajikan dalam untuk syukuran acara-acara gembira, seperti kelahiran, pernikahan, tunangan, dan sebagainya.
* Tumpeng Nasi Uduk - biasa disebut juga tumpeng tasyakuran, serta digunakan untuk peringatan Maulud Nabi.
* Tumpeng Seremonial/Modifikasi

Tidak ada lauk-pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng, tapi biasanya berupa perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Bisa ditambahkan tempe kering, serundeng, urap kacang panjang, ikan asin atau lele goreng, dan sebagainya. Dalam pengartian makna tradisional tumpeng, dianjurkan bahwa lauk-pauk ayam atau sapi, ikan lele, ikan bandeng atau rempeyek teri, serta sayur-mayur kangkung, bayam atau kacang panjang. Dalam budaya Jawa dan Bali, ada makna dan harapan yang ingin disampaikan oleh pembuat tumpeng dari setiap jenis lauk yang disajikan.






