Posted in Kalam

Kemana memesan Tumpeng??

February 24, 2009 | No Comments »

Nomor kontak Issey Food untuk pemesanan maupun informasi perihal Tumpeng, adalah 92265000.



Posted in Kalam

Issey Food on KONTAN!!!

Alhamdulillah, akhirnya artikel tentang tumpeng Issey Food dimuat dalam harian KONTAN tertanggal 6 Februari 2009. Issey Food on KONTAN



Posted in Kalam

Salam 2009

February 5, 2009 | No Comments »

Alhamdulillah, akhirnya berhasil juga menemukan password blog ini yang beberapa bulan kemarin sempat hilang dari ngatan. Ditambah lagi pesanan tumpeng yang masuk ke list pemesanan kani yang cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran. Sampai saat posting ini dimuat, kita telah melayani beberapa klien yang cukup besar, tiga diantaranya adalah:
PT Danareksa
PT Jati Piranti Solusindo (Jatis)
PT Bakrie Telecom Tbk

dan yang mengejutkan kami adalah ketika kami mendapatkan telepon internasional dari Prudential Asset Management yang berkantor di Singapura. Mereka menginginkan kami untuk provide Tumpeng untuk acara mereka bersama HSBC di Jakarta. Dan jadilah pada minggu kedua bulan Januari 2009, kami melaksanakan penyajian Tumpeng di gedung WTC Jl Sudirman Jakarta, tepatnya di Oval Room HSBC Premier.
Alhamdulillah, klien kami ini merasa puas akan penyajian kami.
Sementara itu, iklan kami di beberapa situs rupanya juga menuai perhatian media. Majalah Pengusaha, cq Mbak Nani, Di awal januari 2009 menelepon kami dan mengajukan tawaran kerjasama by produk. Sungguh sebuah ajakan yang menggembirakan, yang sayangnya kami tidak bisa memenuhinya, karena padatnya pemesanan. Beberapa hari lalu, kami juga mendapat kontak dari 88db, atas iklan kami yang dimuat di situs mereka.
Untuk iklan produk kami juga kami buat secara gerilya, lewat blog, bersamaan dengan beberapa iklan yang lain.
Semoga di tahun 2009 ini, kami lebih dapat memberikan pelayanan yang lebih memuaskan.
Terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu usaha kami.



Posted in Kalam

Buku Resep Masakan untuk Menyajikan Tumpeng

September 8, 2008 | No Comments »

Aneka Kreasi Tumpeng

Penulis: Sufi S.Yahyono
Harga: Rp 52.500,-
HARGA INIBUKU DISKON 15% Rp 44.625,-

Buku ini menampilkan aneka kreasi tumpeng yang biasa dihadirkan dalam berbagai acara syukuran secara umum. Hari ulang tahun, acara syukuran tercapainya tujuan, seperti lulus ujian sekolah, mendapat pekerjaan, dan sebagainya. Tampil berupa nasi tumpeng kuning dan putih dalam berbagai bentuk dengan pelengkap lauk pauk. Dilengkapi pula dengan cara mempersiapkan wadah nasi tumpeng, berupa aneka hiasan lipat daun yang dapat mempercantik penampilan tumpeng. Cara membuat hiasan garnish (ukiran buah dan sayur), penyemarak tampilan tumpeng juga bisa anda dapatkan dalam buku ini.

Tumpeng: Sajian Istimewa untuk Selamatan

Penulis: Lilly T Erwin
Harga: Rp 45.000,-
HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 38.250,-

Tumpeng adalah sajian istimewa khas Indonesia sarat makna berupa nasi putih atau kuning berbentuk kerucut, yang dibuat untuk acara selamatan berkaitan dengan daur kehidupan seseorang. Acara selamatan biasanya dilakukan dalam keseharian masyarakat Indonesia, khususnya suku Jawa, Sunda, dan Bali. Tumpeng sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh orang yang menyelenggarakan hajatan, memiliki aturan-aturan khusus yang harus diikuti dalama pembuatannya. Karena itu sebaiknya perlu diketahui benar jenis tumpeng dan makna yang terkandung di dalamnya, agar tidak salah dalam penggunaannya.

Ragam Kreasi Tumpeng

Penulis: Lilly T Erwin
Harga: Rp 45.000,-
HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 38.250,-

Tumpeng benar-benar hidangan yang lengkap. Lahir dari tradisi yang terus dianut hingga sekarang, secara intrinsik, tumpeng merupakan simbolisasi dari nilai-nilai yang diyakini membawa kebaikan dan keselamatan. Terutama berkaitan dengan daur kehidupan manusia, seperti kelahiran, ulang tahun, perkawinan, kematian, dan seb-againya. Sedangkan secara ekstrinsik, hidangan ini sungguh menarik: sedap untuk dipandang dan sedap untuk disantap. Apa yang tersaji di dalamnya, baik bentuk maupun isinya, dapat menggugah selera dan membuat orang untuk segera menikmatinya.

Buku ini akan membantu A.hda untuk menciptakan variasi turnpeng tanpa haruskehilangan maknanya. Tumpeng yang Anda sajikan pun terlihat tidak monoton dan orang yang akan menikmatinya dapat merasakan sesuatu yang baru. Dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik, bukuini memberikan tuntunan agar bentuk, isi, dan warna tumpeng menjadi lebih cantik. Maka Anda pun tetap dapat melestarikan tradisi dengan sajian yang lebih sesuai

Tahukah Anda bahwa ada berbagai macam tumpeng, di samping memang jenis lauk-pauk yang tak tetap? Dalam tradisi Jawa dikenal tahapan kehidupan. Demikian pula halnya mengapa dibedakan sajian dan bentuk tumpeng yang dikenal dalam tradisi Jawa atau Bali.

* Tumpeng Robyong - upacara siraman dalam pernikahan adat Jawa adalah satu tahap penyucian diri. Lain dari tumpeng acara syukuran, tumpeng jenis ini dibuat di dalam bakul dengan aneka sayuran. Di bagian puncak tumpeng ini diletakkan telur ayam, terasi, bawang merah dan cabai.

Tumpeng Robyong

* Tumpeng Nujuh Bulan - saat kehamilan memasuki usia tujuh bulan, atau usia jabang bayi yang terhitung ’slamet’, tumpeng yang disajikan untuk syukuran jabang bayi initerbuat dari nasi putih. Selain satu kerucut besar di tengah, tumpeng ini dikelilingi enam buah tumpeng kecil lainnya. Biasa disajikan di atas tampah yang dialasi daun pisang.
* Tumpeng Pungkur - saat ada seorang wanita atau pria yang masih lajang meninggal dunia, serta-merta keluarga berduka dan meminta ketabahan. Untuk itu dibuatlah tumpeng nasi putih yang disajikan dengan lauk-pauk sayuran. Tumpeng ini kemudian dipotong vertikal dan diletakkan saling membelakangi.
* Tumpeng Putih - warna putih pada nasi putih menggambarkan kesucian dalam adat Jawa, untuk itu tumpeng jenis ini biasa digunakan untuk acara sakral.
* Tumpeng Nasi Kuning - warna kuning menggambarkan kekayaan dan moral yang luhur, untuk itu tumpeng ini biasa disajikan dalam untuk syukuran acara-acara gembira, seperti kelahiran, pernikahan, tunangan, dan sebagainya.
* Tumpeng Nasi Uduk - biasa disebut juga tumpeng tasyakuran, serta digunakan untuk peringatan Maulud Nabi.
* Tumpeng Seremonial/Modifikasi

Tidak ada lauk-pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng, tapi biasanya berupa perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Bisa ditambahkan tempe kering, serundeng, urap kacang panjang, ikan asin atau lele goreng, dan sebagainya. Dalam pengartian makna tradisional tumpeng, dianjurkan bahwa lauk-pauk ayam atau sapi, ikan lele, ikan bandeng atau rempeyek teri, serta sayur-mayur kangkung, bayam atau kacang panjang. Dalam budaya Jawa dan Bali, ada makna dan harapan yang ingin disampaikan oleh pembuat tumpeng dari setiap jenis lauk yang disajikan.



Posted in TrackBack

Artikel Punya Hanyawanita

Jaman sudah sangat modern, tetapi kehidupan kita sehari-hari belum terlepas sama sekali dari ikatan tradisi dan budaya. Salah satu budaya kuno yang masih sering terlihat hingga kini adalah acara tumpengan. Terlihat sangat sederhana memang, tetapi di dalamnya terkandung makna tersembunyi tentang kehidupan.
Dalam tradisi Jawa, tumpeng (nasi dibentuk kerucut) memegang peranan penting untuk berbagai upacara seperti mitoni, kelahiran bayi, ulang tahun, perkawinan, pemakaman, hingga sunatan dan pesta panen. Tetapi kini tumpeng juga disajikan setiap ada kesempatan khusus misalnya pembukaan gedung baru, acara tujuh belas Agustus, atau acara seremonial lainnya.


 
Tapi ada kamus baku untuk lauk pendamping tumpeng yaitu harus ada daging sapi, ayam, ikan (atau ikan asin), bahan makanan yang tumbuh di atas tanah seperti sayuran daun, bahan makanan yang tumbuh di dalam tanah misal umbi-umbian, jajan pasar, dan buah pisang. Setiap jenis hidangan yang disajikan memiliki aturan mainnya, ini karena setiap sajian mewakili simbol-simbol dan makna tertentu.

Nah, agar tak salah kaprah, yuk kita tengok aturan dasar menata sajian tumpeng:

 
Taruh tumpeng di tengah-tengah tampah yang sudah dialasi daun. Taruh ‘anak’ tumpeng (tumpeng dibentuk lebih kecil, dikenal dengan istilah intuk-intuk) mengelilingi ‘ibu’ tumpeng. Intuk-intuk ini jumlahnya mulai dari 2 buah hingga 7 buah yang puncaknya diberi ‘bendera’ berupa bawang merah utuh dan cabai merah.
Di antara tumpeng-tumpeng tersebut, ditaruh lauk pauknya misalnya sayuran rebus (kuluban), ayam utuh alias ayam ingkung, ikan asin goreng, bacem tempe & tahu. Rebusan singkong atau ubi, jajan pasar, dan pisang bisa ditaruh terpisah.
 
Variasi tumpeng sangat beragam menurut kebutuhannya, apalagi kalau ditujukan untuk prosesi ritual tradisional. Tetapi secara umum dikenal tumpeng kuning dan tumpeng putih. Lauk pauk yang melengkapi kedua jenis tumpeng ini juga berbeda dan sudah dapat di variasikan tergantung dari kreatifitas kita.



Posted in Resep

Tumpeng bin Wikipedia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Tumpeng Tumpeng Tumpeng adalah cara penyajian nasi beserta lauk-pauknya dalam bentuk kerucut; karena itu disebut pula ‘nasi tumpeng’. Olahan nasi yang dipakai umumnya berupa nasi kuning, meskipun kerap juga digunakan nasi putih biasa atau nasi uduk. Cara penyajian nasi ini khas Jawa atau masyarakat Betawi keturunan Jawa dan biasanya dibuat pada saat kenduri atau perayaan suatu kejadian penting. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia mengenal kegiatan ini secara umum. Tumpeng biasa disajikan di atas tampah (wadah tradisional) dan dialasi daun pisang. [sunting] Tradisi Acara yang melibatkan nasi tumpeng disebut secara awam sebagai ‘tumpengan’. Di Yogyakarta misalnya, berkembang tradisi ‘tumpengan’ pada malam sebelum tanggal 17 Agustus, Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, untuk mendoakan keselamatan negara. Ada tradisi tidak tertulis yang menganjurkan bahwa pucuk dari kerucut tumpeng dihidangkan bagi orang yang profesinya tertinggi dari orang-orang yang hadir. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang tersebut. [sunting] Lauk-pauk Tidak ada lauk-pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng. Namun demikian, beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, urap kacang panjang, ikan asin atau lele goreng, dan sebagainya. Dalam pengartian makna tradisional tumpeng, dianjurkan bahwa lauk-pauk yang digunakan terdiri dari hewan darat (ayam atau sapi), hewan laut (ikan lele, ikan bandeng atau rempeyek teri) dan sayur-mayur (kangkung, bayam atau kacang panjang). Setiap lauk ini memiliki pengartian tradisional dalam budaya Jawa dan Bali. Lomba merias tumpeng cukup sering dilakukan, khususnya di kota-kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta, umtuk memeriahkan Hari Proklamasi Kemerdekaan. [sunting] Variasi * Tumpeng Robyong - Tumpeng ini biasa disajikan pada upacara siraman dalam pernikahan adat Jawa. Tumpeng ini diletakkan di dalam bakul dengan berbagai macam sayuran. Di bagian puncak tumpeng ini diletakkan telur ayam, terasi, bawang merah dan cabai. * Tumpeng Nujuh Bulan - Tumpeng ini digunakan pada syukuran kehamilan tujuh bulan. Tumpeng ini terbuat dari nasi putih. Selain satu kerucut besar di tengah, tumpeng ini dikelilingi enam buah tumpeng kecil lainnya. Biasa disajikan di atas tampah yang dialasi daun pisang. * Tumpeng Pungkur - digunakan pada saat kematian seorang wanita atau pria yang masih lajang. Dibuat dari nasi putih yang disajikan dengan lauk-pauk sayuran. Tumpeng ini kemudian dipotong vertikal dan diletakkan saling membelakangi. * Tumpeng Putih - warna putih pada nasi putih menggambarkan kesucian dalam adat Jawa. Digunakkan untuk acara sakral. * Tumpeng Nasi Kuning - warna kuning menggambarkan kekayaan dan moral yang luhur. Digunakan untuk syukuran acara-acara gembira, seperti kelahiran, pernikahan, tunangan, dan sebagainya. * Tumpeng Nasi Uduk - Disebut juga tumpeng tasyakuran. Digunakan untuk peringatan Maulud Nabi. * Tumpeng Seremonial/Modifikasi



Posted in Kalam

Tumpeng, tetap prestise tapi ekonomis

July 6, 2008 | No Comments »

Biasanya, yang namanya prestise, selalu bersanding mesra dengan harga yang selangit. Tumpeng, dalam prakteknya, malah memberikan alternatif pemikiran yang berbeda. Tarohlah sekarang ini jamannya “syukuran” kenaikan pangkat yang dirayakan dengan traktiran makan-makan di cafĂ© atau di suatu restoran cepat saji. Demi sebuah prestise tentunya, hidangan yang dipilihkan untuk para traktiren (maksudnya yang ditraktir) pastinya bukan yang kelas ekonomis (kecuali kalau memang tidak tahu malu), yang umumnya kalau belum ditambah pajak saja nominalnya bisa mencapai 5 digit per porsi. . Otomatis, dana yang keluar juga membengkak, apalagi yang ditraktir sekompi. Tapi okelah, ucapan selamat dari rekan2 kerja, pasti akan berhamburan menghampiri.

Lalu ada apa dengan tumpeng? Cuma nasi yang digunungkan, lalu di sekitarnya disebarkan lauk pauknya. Lhadalah, apa ya bisa ya, dijadikan alternatif untuk syukuran. Nah, justru itu, tumpeng memang menempati peran sebagai mediator untuk pengucapan rasa syukur. Kehadiran tumpeng, menjadikan sebuah upacara seremonial menjadi sarat makna. Kalau dari segi harga, mungkin sama2 lima digit, tapi sudah bebas pajak. Soal prestise, wuah, buktikan saja sendiri, tatkala tumpeng masuk ke ruang kerja. Apa nggak semua mata memandang dan memberikan sedikit pertanyaan, siapa yang punya tumpeng ini. Sangat sakral malah, mengomentari kehadiran tumpeng.



Posted in Kalam

Newest Price List

Ini daftar harga Terbaru, setelah kenaikan harga BBM;

Tumpeng nasi Kuning Standard untuk 30 Orang; Rp. Rp. 550.000,- Untuk 40 Orang ; Rp. 750.000,- Untuk 50 Orang; Rp. 975.000,-

Lauk yang terhidang untuk paket standard tersebut berupa Ayam goreng, urap, dadar telur/ Telur Pindang, Ikan Asin / Peyek Teri, Tahu bacem, Tempe Kering, Sambel (Optional) .

Jikalau menghendaki disertai alat-alat makan dari Styrofoam dan sendok garpu plastik, dikenakan charge tambahan Rp. 50.000,-

 

Untuk Informasi dan Pemesanan

021-92265000 / 08121215773 



Posted in Kalam

Wortel, Lokal versus Impor

Membuat garnish, jikalau menggunakan wortel lokal, dari 10, 9 mengalami kegagalan. Sementara, dengan wortel impor, dari 10 yang dibuat, paling Cuma satu yang gagal. Ada apa gerangan? Wortel impor lebih lentur dan gampang untuk dibentuk, walaupun harganya bisa melambung sampai tiga kali lipat harga wortel lokal. Sementara wortel lokal terasa lebih getas dan kaku, dan melahirkan tingkat kegagalan yang cukup tinggi.



Posted in Kalam

Mengapa Alas Datar???

Pada umumnya, alas tumpeng menggunakan tampah. Namun tumpeng kami ini menjadi keluar dari pakem tumpeng, karena tidak menggunakan tampah, namun alas datar, yang biasanya kami buat dari tripleks dengan kerangka kayu. Mengapa? Karena selain lebih mudah menemukan, juga lebih ekonomis. Dari segi penataan, bidang datar lebih banyak memberikan keleluasaan, dibanding alas tampah. Penggunaan alas datar, juga dilihat lebih elegan dan rapi, serta memiliki kekuatan. Jadi, pakem tetep dilanggar, demi alasan yang logis, itupun kalau pakem itu benear-benar ada lho ya?






Kalender

May 2007
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
  • Tautan

  • Other:

    Dari Dalam

    Kategori

    Copyright

    Copyright asli dari themes ini adalah dari Upstart Blogger, namun sudah dimodifikasi oleh Team Digital Issey Food.

    Desain Oleh Upstart Blogger. Dirancang untuk Blogsome oleh Major Tom. Dapatkan Blog Blogsome anda sendiri sekarang.